Rani adalah seorang siswi kelas 2 SD yang sangat senang belajar hal-hal baru. Pada semester ini, gurunya, Bu Sari, sedang mengajarkan tentang mengenal waktu. Rani merasa tertarik karena setiap hari ia selalu melihat jam dinding di rumahnya, tetapi belum terlalu paham cara membaca jarum pendek dan jarum panjang.
Suatu pagi, Rani bangun tidur ketika jarum pendek menunjuk angka 6 dan jarum panjang menunjuk angka 12. Ia berteriak dengan semangat, “Ibu, sekarang jam enam tepat!” Ibunya tersenyum, “Betul sekali, Nak. Itu artinya pagi sudah dimulai. Waktu yang tepat untuk bangun, mandi, dan bersiap ke sekolah.” Rani merasa bangga karena bisa membaca jam dengan benar.
Setelah mandi dan sarapan, Rani berangkat ke sekolah pukul 07.00. Di perjalanan, ia memperhatikan suasana sekitar. Matahari baru saja naik, udara masih sejuk, dan banyak orang berangkat kerja. Rani mulai memahami bahwa pagi hari adalah waktu yang penuh semangat. Ia mencatat dalam pikirannya: pagi berlangsung dari jam 6 sampai menjelang siang.
Di sekolah, Bu Sari membawa sebuah jam besar ke kelas. “Anak-anak, hari ini kita belajar mengenal waktu. Jarum pendek menunjukkan jam, jarum panjang menunjukkan menit. Kalau jarum panjang di angka 12, berarti tepat. Kalau jarum panjang di angka 6, berarti setengah jam.” Semua murid memperhatikan dengan seksama.
Bu Sari lalu bertanya, “Kalau jarum pendek di angka 9 dan jarum panjang di angka 6, jam berapa itu?” Rani mengangkat tangan, “Jam setengah sepuluh, Bu!” Teman-temannya bertepuk tangan. Rani merasa semakin percaya diri.
Siang hari, tepat pukul 12.00, bel sekolah berbunyi. Rani dan teman-temannya makan siang bersama. Mereka mulai mengenal bahwa siang hari dimulai ketika matahari berada di atas kepala. Setelah makan, mereka kembali belajar.
Pada pukul 15.00, sekolah selesai. Rani pulang ke rumah. Ia mencatat bahwa waktu itu disebut sore hari, karena matahari mulai condong ke barat. Rani membantu ibunya menyapu halaman. Setelah itu, ia duduk belajar Matematika. Ia mulai menghitung lama kegiatan. Misalnya, ia belajar dari pukul 15.30 sampai 16.30. Berarti ia belajar selama 1 jam.
Malam hari tiba pukul 18.00. Rani makan malam bersama keluarga. Ayahnya bercerita bahwa ia berangkat kerja pukul 07.30 dan pulang pukul 17.00. Rani mencoba menghitung, “Ayah bekerja selama 9 jam 30 menit.” Ayahnya tersenyum bangga, “Wah, kamu sudah pintar menghitung lama waktu.”
Setelah makan malam, Rani menonton televisi sebentar. Ibunya mengingatkan, “Jam 20.00 waktunya belajar lagi.” Rani membuka buku LKPD Matematika. Di sana ada soal: Siti tidur pukul 21.00 dan bangun pukul 05.00. Berapa lama Siti tidur? Rani menghitung dengan teliti. Dari jam 21.00 ke 24.00 ada 3 jam, lalu dari 00.00 ke 05.00 ada 5 jam. Jadi total 8 jam. Ia menuliskan jawabannya dengan senang.
Jam menunjukkan pukul 21.00. Rani bersiap tidur. Ia mengingat kembali pelajaran hari itu:
Pagi dimulai pukul 06.00.
Siang dimulai pukul 12.00.
Sore dimulai pukul 15.00.
- Malam dimulai pukul 18.00.Ia juga belajar menghitung lama kegiatan dengan cara mencari selisih waktu mulai dan selesai.
Sebelum tidur, Rani berkata pada ibunya, “Hari ini aku belajar banyak tentang waktu. Sekarang aku tahu kapan pagi, siang, sore, dan malam. Aku juga bisa menghitung lama kegiatan. Rasanya menyenangkan sekali.” Ibunya menjawab, “Bagus, Nak. Waktu itu sangat berharga. Kalau kamu bisa mengatur waktu dengan baik, semua kegiatanmu akan berjalan lancar.”
Rani tersenyum dan menutup matanya. Ia bermimpi tentang jam dinding besar yang selalu menemaninya belajar. Sejak hari itu, Rani semakin rajin melihat jam dan mencatat kegiatan sehari-harinya. Ia tahu bahwa mengenal waktu bukan hanya pelajaran di sekolah, tetapi juga bekal untuk kehidupan sehari-hari.

Post a Comment for "LKPD Matematika Kelas 2 Semester 2 : Mengenal Waktu"